Blogger news

MSP

Manajemen Sumberdaya Perairan

Kamis, 06 Juni 2013

ORGAN-ORGAN TUBUH ORGANISME PERAIRAN YANG TERGANGGU JIKA TERJADI PERUBAHAN LINGKUNGAN

ORGAN-ORGAN TUBUH ORGANISME PERAIRAN YANG TERGANGGU JIKA TERJADI PERUBAHAN LINGKUNGAN



Oleh :
MUHAMMAD ZAKI
1004114509
Manajemen Sumberdaya Perairan






FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2012
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kasihnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah fisiologi lingkungan ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian makalah ini, baik dari dosen pembimbing mata kuliah Fisiologi Lingkungan, senior, dan khususnya kepada teman-teman yang telah banyak membantu dan ikut bekerjasama dalam pembuatan makalah ini. Makalah ini berisi tentang Organ-organ Tubuh Organisme Jika Terjadi Perubahan Lingkungan. Penulis telah berusaha menyajikan makalah ini dalam bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh para pembaca. Namun, mungkin makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan yang bersifat membangun dari segala pihak demi kemajuan bersama dan untuk perbaikan makalah ini. Akhir kata, semoga apa yang terdapat dalam laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Pekanbaru, Desember 2012


MUHAMMAD ZAKI

DAFTAR ISI

Isi Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang 1
1.2 . Tujuan penulisan 2
1.3. Metode penulisan 2
II. TINJAUAN PUSTAKA 3
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil 5
3.2. Pembahasan 6

IV. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan 10
4.2 Saran 10

DAFTAR PUSTAKA







I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Degradasi kualitas air dapat terjadi akibat adanya perubahan parameter kualitas air. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh adanya aktivitas pembuangan limbah, baik limbah pabrik/industri, pertanian, maupun limbah domestik dari suatu pemukiman penduduk ke dalam badan air suatu perairan. Perairan merupakan satu kesatuan (perpaduan) antara komponen-komponen fisika, kimia dan biologi dalam suatu media air pada wilayah tertentu. Ketiga komponen tersebut saling berinteraksi, jika terjadi perubahan pada salah satu komponen maka akan berpengaruh pula terhadap komponen yang lainnya (Basmi, 2000).
Sungai sebagai salah satu jenis media hidup bagi organisme perairan, seringkali tidak dapat terhindarkan dari masalah penurunan kualitas perairan sebagai akibat dari perkembangan aktivitas manusia, seperti adanya aktivitas perindustrian yang berdiri disekitar daerah aliran sungai.
Pabrik-pabrik industri dengan tujuan tertentu banyak didirikan di wilayah indonesia yang memungkinkan akan semakin bertambah untuk masa akan datang. Dalam proses produksi, selain pabrik atau industri tersebut menghasilkan produk utamanya juga hasil lain yang berupa limbah. Limbah tersebut justru akan menimbulkan permasalahan-permasalahan yang cukup berarti apabila tidak ditangani dengan serius. Limbahyang dihasilkan itu mengandung berbagai zat yang bersifat racun dan sangat berbahaya bagi kehidupan. Salah satu diantaranya adalah logam berat. Dugan (1972) menyatakan bahwa ion-ion yang bersifat racun seperti sianida, kadmium, merkuri, kromium dan arsen sering dibuang dari pabrik-pabrik ke danau atau sungai.
Oleh karena itu tampaklah dengan jelas bahwa perairan merupakan habitat yang paling terancam pencemaran, karena limbah yang berbentuk cair pada umunya dibuang kesaluran air(sungai), dengan demikian tidak sedikit perairan sungai dan laut yang tercemar oleh limbah industri. Hal ini mengakibatkan terganggunya kehidupan biota-biota diperairan tersebut.
1.2. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui organ-organ tubuh organisme perairan terutama pada ikan yang terganggu jika terjadi perubahan lingkungan.
1.3. Metode Penulisan
Adapun metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah dengan cara studi literatur, dimana berbagai literatur dikumpulkan kemudian dikaitkan dengan permasalahan yang ada kemudian dideskripsikan.

















II. TINJAUAN PUSTAKA
Pencemaran perairan adalah suatu perubahan fisika, kimia dan biologi yang tidak dikehendaki pada ekosistem perairan yang akan menimbulkan kerugian pada sumber kehidupan, kondisi kehidupan dan proses industri (Odum, 1971).
Logam adalah unsur alam yang dapat diperoleh dari laut, erosi batuan tambang, vulkanisme dan sebagainya (Clark, 1986). Umumnya logam-logam di alam ditemukan dalam bentuk persenyawaan dengan unsur lain, sangat jarang yang ditemukan dalam elemen tunggal. Unsur ini dalam kondisi suhu kamar tidak selalu berbentuk padat melainkan ada yang berbentuk cair, misalnya merkuri (Hg).
Dalam badan perairan, logam pada umumnya berada dalam bentuk ion-ion, baik sebagai pasangan ion ataupun dalam bentuk ion-ion tunggal. Sedangkan pada lapisan atmosfir, logam ditemukan dalam bentuk partikulat, dimana unsur unsur logam tersebut ikut berterbangan dengan debu-debu yang ada di atmosfir (Palar, 2004).
Logam berat biasanya sangat sedikit dalam air secara ilmiah kurang dari 1 g/l. Menurut Palar (2004) kelarutan dari unsur-unsur logam dan logam berat dalam badan air dikontrol oleh : (1) pH badan air, (2) jenis dan konsentrasi logam dan khelat (3) keadaan komponen mineral teroksida dan sistem berlingkungan redoks.
Aktifitas yang ada dalam rangka memanfaatkan potensi yang terkandung di wilayah pesisir, seringkali saling tumpang tindih, sehingga tidak jarang pemanfaatan sumberdaya tersebut justru menurunkan atau merusak potensi yang ada. Hal ini karena aktifitas-aktifitas tersebut, baik secara langsung maupun tidak
langsung, mempengaruhi kehidupan organisme di wilayah pesisir, melalui perubahan lingkungan di wilayah tersebut. Sebagai contoh, adanya limbah buangan baik dari pemukiman maupun aktifitas industri, walaupun limbah ini mungkin tidak mempengaruhi tumbuhan atau hewan utama penyusun ekosistem pesisir di atas, namun kemungkinan akan mempengaruhi biota penyusun lainnya. Logam berat, misalnya mungkin tidak berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan
bakau (mangrove), akan tetapi sangat berbahaya bagi kehidupan ikan dan udang-udangnya (krustasea) yang hidup di hutan tersebut (Bryan, 1976).
Pencemaran perairan pesisir didefinisikan sebagai dampak negatif, pengaruh yang membahayakan terhadap kehidupan biota, sumberdaya dan kenyamanan ekosistem perairan serta kesehatan manusia dan nilai guna lainnya dari ekosistem perairan yang disebabkan secara langsung oleh pembuangan bahan-bahan atau limbah ke dalam perairan yang berasal dari kegiatan manusia (Gesamp, 1986).
Salah satu jenis unsur kimia yang bisa menyebabkan terjadi kerusakan ekosistem perairan adalah unsur logam berat. Sebagaimana diketahui unsur logam berat yang masuk ke perairan berasal dari berbagai kegiatan indutsri selain bersumber dari alam sendiri.
Ginjal berfungsi untuk filtrasi dan mengekskresikan bahan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, termasuk polutan seperti logam berat yang toksik.
Insang sebagai alat pernafasan ikan, juga digunakan sebagai alat pengukur tekanan antara air dan dalam tubuh ikan (osmoregulasi). Affandi dan Tang (2002), mengemukakan bahwa insang pada ikan terbagi dua yaitu insang dalam dan insang luar. Insang dalam seperti insang septal (pada ikan elasmobranchii) dan insang tertutup (ikan teleostei). Tiap lengkung insang mempunyai filament (lamella primer) yang banyak dimana jumlahnya mencapai ratusan. Jumlah filament berbeda untuk tiap ikan tergantung pada beberapa faktor seperti ukuran dan luas permukaan tubuh serta habitat hidupnya. Tiap-tiap filament insang mempunyai banyak lamella sekunder dengan dinding tipis.








III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil
Limbah dari aktifitas pabrik yang membuang limbah cairnya ke Sungai Kampar umumnya berupa limbah cair yang mengandung logam berat. Diketahui bahwa sifat logam berat tersebut mudah mengendap di dasar perairan dan berikatan dengan komponen kimia lainnya, sehingga kemungkinan terjadinya pengakumulasian logam berat tersebut di dasar perairan juga menjadi lebih besar (Riani, 2004).
Oleh karena itu untuk melihat efek bahan pencemar terutama logam berat di dalam perairan, diperlukan hewan uji yang berkaitan langsung dengan kandungan logam berat di dasar perairan atau dengan kata lain perlu mendeteksinya pada hewan uji, khususnya ikan yang habitatnya di dasar perairan. Salah satu jenis ikan dasar yang banyak terdapat di Sungai Kampar mulai dari hulu sampai hilir dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat setempat dan mempunyai nilai ekonomis (jual) yang tinggi adalah ikan baung.
Menurut Erlangga (2007) Interaksi kandungan Pb dengan objek perlakuan (air, sedimen, insang dan ginjal ikan) Kandungan logam pada insang dan ginjal ikan mengakibatkan terjadinya kerusakan jaringan pada kedua organ tersebut.
Ginjal mempunyai peran utama dalam ekskresi metabolisme, pencernaan dan tempat penyimpanan berbagai unsur, termasuk bahan racun.
Menurut erlangga (2007), bahan pencemar (Cd dan Pb) yang pertama sekali masuk ke dalam tubuh ikan melalui organ pernafasan yaitu insang menyaring bahan pencemar masuk ke dalam tubuh, selanjutnya didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan akhirnya terakumulasi di ginjal ikan. Peningkatan kandungan logam Pb dan Cd di ginjal terjadi karena intensitas masuknya logam ke dalam tubuh ikan yang terus menerus, sehingga ginjal mempunyai keterbatasan dalam menganulir bahan pencemar yang terus masuk ke dalam tubuh. Lama kelamaan akan bisa menyebabkan perubahan dalam bentuk morfologi, reproduksi dan genetika bahkan bisa menyebabkan kematian ikan karena keterbatasan organ tubuh untuk mengeliminasi bahan pencemar sangat kecil dibandingkan dengan intensitas atau banyaknya bahan pencemar yang masuk ke dalam tubuh ikan tersebut.
Ikan mas (cyprinus carpio) ini banyak hidup di sungai-sungai dan kolam air tawar, dimana jika sungai-sungai tersebut tercemar logam berat, maka akan dapat menyebabkan gangguan pada organ ikan tersebut khususnya organ dalam salah satunya adalah gonad, sehingga akan berpengaruh terhadap reproduksi dan perkembangbiakan dari ikan tersebut. Bryan (1978) menyatakan bahwa pengaruh logam berat Zn terhadap organisme perairan ditunjukkan bahwa logam tersebut dapat menimbulkan gangguan pada tingkat molekul, sel, fisiologi dan ekologinya.
Insang adalah organ berhubungan dengan pernapasan utama dari ikan. insang Epithelium dari ikan adalah lokasi pertukaran gas yang utama, keseimbangan asam basa, regulasi ion. Fungsi organ pernafasan ini adalah hal yang penting bagi kehidupan ikan, dan untuk seluruh keberadaan ikan itu. Oleh karena itu, jika ikan diekspos ke lingkungan yang tercemar, akan membahayakan fungsi utama dari organ pernafasan ikan tersebut.

3.2. Pembahasan
Bahan pencemar yang masuk ke perairan akan tersebar dan akan mengalami proses pengendapan, sehingga terjadi penyebaran zat pencemar. Besar kecilnya nilai kisaran dari parameter terukur tergantung dari volume air pengencer, toksisitas/intensitas bahan pencemar, iklim, kedalaman, arus, topografi dan geografi, sehingga terjadi perubahan sifat fisik, kimia dan biologi dan ketiganya akan saling berinteraksi. Apabila salah satu faktor terganggu atau mengalami perubahan akan berdampak pada ekologi perairan.
Penyebaran bahan pencemar terutama logam berat dalam perairan dengan proses pengendapan akan mempengaruhi siklus hidup dari hewan perairan terutama ikan. Dengan terjadinya proses pengendapan bahan pencemar di dasar perairan akan memberikan dampak terakumulasinya bahan pencemar dalam tubuh organisme melalui rantai makanan. Ikan baung salah satu jenis ikan yang hidup di dasar perairan Sungai Kampar dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat setempat, padahal ikan baung baik secara langsung maupun tidak langsung, terkena dampak dari bahan pencemar yang berada di dasar perairan atau dengan kata lain akan terkontaminasi bahan pencemar.
Limbah pabrik yang masuk ke perairan sungai dan mengalir ke perairan muara mengakibatkan perubahan kualitas perairan dan mengganggu kehidupan organisme perairan, bahkan dapat menyebabkan kematian bagi organisme (ikan). Hal ini disebabkan organisme perairan akan mengakumulasi bahan pencemar yang masuk ke dalam tubuhnya. Pada suatu saat konsentrasinya akan melebihi ambang batas, sehingga mengakibatkan kerusakan organ bahkan dapat menyebabkan kematian bagi organisme tersebut.
Kerusakan organ yang terkena dampak/akibat dari limbah, terutama logam berat yang pertama kali adalah insang, karena insang merupakan organ pernafasan yang berinteraksi langsung dengan air untuk mendapatkan oksigen. Selain organ insang yang memperlihatkan reaksi terhadap masuknya bahan pencemar ke dalam tubuh, organ ginjal juga memberikan reaksi terhadap bahan pencemar karena sesuai dengan fungsinya ginjal berfungsi menetralisir racun (bahan pencemar) yang telah masuk ke dalam tubuh.
Peristiwa timbulnya pengaruh berbahaya atau efek toksik racun atas makhluk hidup, melalui beberapa proses. Pertama kali makhluk hidup mengalami pemejanan dengan racun. Berikutnya, setelah mengalami absorpsi dari tempat pemejanannya, racun atau metabolitnya kan terdistribusi ke tempat aksi (sel sasaran atau reseptor) tertentu yang ada di dalam diri makhluk hidup.
Ditempat aksi ini, kemudian terjadi interaksi antara racun atau metabolitnya dan komponen penyusun sel sasaran atau reseptor. Dan sebagai akibat sederetan peristiwa biokimia dan biofisika berikutnya, akhirnya timbul pengaruh berbahaya atau efek toksik dengan wujud dan sifat tertentu.
Toksisitas logam-logam berat yang melukai insang dan struktur jaringan luar lainnya, dapat menimbulkan kematian terhadap ikan yang disebabkan oleh proses anoxemia, yaitu terhambatnya fungsi pernapasan yakni sirkulasi dan eksresi dari insang. Unsur-unsur logam berat yang mempunyai pengaruh terhadap insang adalah timah, seng, besi, tembaga, kadmium dan merkuri. Percobaan yang dilakukan terhadap ikan Carasius auratus menunjukkan bahwa urut-urutan penyerapan logam berat oleh chemoreceptor (taste bund) dari ikan adalah merkuri, tembaga, seng, dan timah (Widodo,1980).
















IV. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Terjadinya perubahan lingkungan sangat berpengaruh sekali terhadap organisme perairan terutama organisme ikan. Berbagai perubahan lingkungan dapat disebabkan karena masuknya berbagai limbah mengandung logam berat yang berbahaya kedalam perairan. Dimana perubahan yang terjadi dapat mengakibatkan terjadinya berbagai kerusakan pada organ-organ tubuh ikan diantaranya organ insang, ginjal dan bahkan organ reproduksi.
Kerusakan berbagai organ pada tubuh organisme tersebut pastinya akan sangat berbahaya bagi organisme tersebut karena berbagai logam berat yang terakumulasi didalam tubuh akan berakibat kematian pada organisme tersebut karena terganggunya berbagai sistem didalam tubuhnya.


4.2. Saran
Berbagai kegiatan industri yang dapat menghasilkan berbagai limbah yang mengandung logam berat hendaknya memilki sistem pengolahan limbah yang baik agar limbah tidak dibuang langsung keperairan umum.




DAFTAR PUSTAKA
Affandi, R., dan Tang, U. 2002. Fisiologi Hewan Air. University Riau Press. Riau.217 p.

Basmi, J. 2000. Planktonologi : Plankton Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan. IPB. Bogor

Bryan, G.W. 1976. Heavy Metal Contamination in the Sea dalam R. Johson (Ed).
Marine Pollution. London Academic Press.

Erlangga. 2007. Efek Pencemaran Perairan Sungai Kampar Di Propinsi Riau Terhadap Ikan Baung(Hemibagrus Nemurus). Sekolah Pasca Sarjana IPB. Bogor. Tesis. (diakses pada www.google.co.id)

Odum, E.P. 1971. Fundamental of Ecology. 3rd edition. W.B Saunders Company.
Philadelphia.

[GESAMP] Group Expert on Scientific Aspect of Marine Pollution. 1986. Report
of The Seven Session. WHO (World Health Organization).

Widodo, J, 1980. Toksisitas Biota Laut Disebabkan oleh Pencemaran Merkuri. LPPL Semarang. 6 p.


Sumber Lain :

www.google.com



0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India