I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Debit air adalah jumlah air yang mengalir dalam suatu penampang tertentu (sungai / saluran / mata air). Pemilihan lokasi pengukuran debit air : 1. dibagian sungai yang relatif lurus, 2. jauh dari pertemuan cabang sungai 3. tidak ada tumbuhan air, 4. aliran tidak turbelenl, 5. aliran tidak melimpah melewati tebing sungai (Penuntun Praktikum Limnologi)
Debit air merupakan jumlah air yang mengalir dari suatu penampang tertentu (sungai/saluran/mata air) persatuan waktu (liter/detik,m3/detik, dm3/detik). Pengukuran debit air ini di lakukan pada perairan lentik yaitu perairan yang sifatnya dangkal. Seperti yang telah dilakukan di waduk Faperika.
Air merupakan bahagian yang esensial dari protoplasma dan dapat dikatakan bahwa semua jenis kehidupan bersifat aquatik. Dalam prakteknya suatu habitat aquatik apabila mediumnya baik eksternal maupun internal adalah air.
Waduk merupakan salah satu perairan yang sudah lama dimanfaatkan oleh sebagian manusia untuk menyokong kehidupannya. Ekosistem waduk merupakan media hidup berbagai jenis biota air. Pada kondisi yang baik akan sangat berarti bagi kelangsungan biota tersebut. Ekosistem perairan dari lingkungan biotik dan abiotik yang meliputi sifat-sifat fisika, kimia, dan biologi yang saling berinteraksi antara yang satu dengan yang lain.
Limnologi merupakan ilmu yang mempelajari aspek dinamika fisika, kimia, dan biologi perairan umum semakin berkembang pesat di Indonesia. Hal ini karena semakin pentingnya arti ilmu tersebut dalam pengelolaan perairan tawar bagi umat manusia.
Menurut perintis ilmu limnologi, F. A. Forel (1892) menyatakan bahwa limnologi adalah oseanografi danau atau hidrobiologi perairan tawar. Edgardo Baldi, pakar Limnologi asal Itali terkenal menempatkan Limnologi terpisah dari disiplin ilmu yang lain, derngan mendefenisikan Limnologi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan dari proses-proses dan metode, dimana bahan serta energi ditransformasikan dalam suatu danau.
1.2. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari praktikum mengenai Pengukuran Debit Air adalah agar mahasiswa dapat mengukur debit air dengan menggunakan beberapa metode untuk mengukur debit air seperti Emboys Float Method dan Cara Kecepatan – Luas.
Manfaat praktikum ini bagi mahasiswa adalah dapat mempraktekkan dan menerapkan secara langsung terjun ke lapangan dengan menentukan cara pengukuran debit air dengan metode – metode yang ada.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Air adalah zat yang mengelilingi semua organisme dan merupakan bagian-bagian terbesar pembentuk tumbuh-tumbuhan dan binatang air (Nybakken, 1982). Kualitas air dan kuantitas air suatu perairan yang sangat dipengaruhi parameter fisika, kimia, biologi (Bishop, 1973).
Waduk atau danau buatan adalah genangan air yang terbentuk karena pembendungan aliran air bukan alami (man made lake) pembendungan ini dapat mengubah ekosistem perairan mengalir (lotik) menjadi ekosistem perairan tergenang (lentik) yang akan mempengaruhi kehidupan biota asal (Sihotang, 1988). Uktoselya (1991) menyatakan bahwa Arus merupakan suatu gerakan air yang mengakibatkan perpindahan horizontal dan vertikal masa air.
Umumnya ciri-ciri danau buatan ini adalah adanya fluktuasi tinggi permukaan air dan tingginya turbiditas air (Koesoebiono, 1997), selanjutnya Siagian (1997) mengemukakakan bahwa pada waduk terjadi fluktuasi air masuk dan air keluar sehingga ada pergantian nutrien yang menyebabkan produksi primer pada waduk lebih besar dibandingkan dengan danau.
Nybakken (1992) menambahkan masa air permukaan gerakannya dipengaruhi oleh angin, sedangkan untuk masa air dalam dipengaruhi oleh perubahan air permukaan. Sebelumnya Hutabarat dan Evans (1985) menyatakan bahwa arus berperan penting dalam proses abrasi pantai dan penyebaran polutan atau unsur lain. Said, Panjaitan, dan Syafriadiman (1993) selanjutnya menjelaskan bahwa gerakan masa air ini dipengaruhi oleh angin tekanan dan adanya pasang surut serta keadaan topografi.
Arus ditandai oleh adanya arah, kecepatan serta gerakannya secara horizontal. Untuk dapat membedakan mecam-macam arus, perlu ditentukan suatu klasifikasi arus antara lain menurut Pardjaman (1977) adalah : 1. segi tenaga penyebabnya, 2. letak terhadap kedalaman air, 3. sifat-sifat gerakannya, 4. parameter fisika dan kimianya, 5. kestabilan arah.
Arus akan dipengaruhi oleh topografi dasar perairan, oleh karena itu distribusi fraksi sedimen akan sangat tergantung dari bentuk dasar perairan terutama keadaan kedalaman perairan mempengaruhi bentuk dan pola arus (Pangabean, 1994).
Kecepatan dan arus tidak selalu mengikuti pola tertentu, hal ini disebabkan kondisi perairan muara yang sangat kompleks dan merupakan kombinasi dari beberapa faktor. Mc. Dowel dan O’ Connor (1977) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pola arus di perairan muara diantaranya adalah pasang surut dan arus limpasan air sungai.
Penentuan debit air sungai diperlukan untuk mengetahui besarnya air yang mengalir dari sungai ke laut. Dalam penentuan debit air sungai perlu di ketahui luas penampang stasiun, yaitu dengan mengukur kedalaman, masing-masing titik pengukuran (Ongkosongo, 1980)
III. METODE PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum yang berjudul “Pengukuran Debit Air” ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 28 Oktober 2011 pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai. Bertempat di Waduk dan di Laboratorium Limnologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.
3.2. Bahan dan Alat
Bahan dan alat yang digunakan dalam praktikum adalah meteran, bola pimpong, pena, pensil, penggaris, tali plastik, dan buku penuntun, dan papan 90 north weir.
3.3. Metode Praktikum
Metode praktikum yang digunakan adalah metode pengamatan secara langsung terhadap objek di waduk Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau Pekanbaru. Sedangkan pengolahan data dilakukan di laboratorium Limnologi.
3.4. Prosedur Praktikum
Praktikum ini dilakukan langkah-langkah kerja sebagai berikut: menentukan lokasi, mengukur panjang selokan yang akan diukur kecepatannya, mengukur waktu yang digunakan untuk menempuh jarak yang telah di tentukan, menetukan konstanta yang digunakan dengan melihat keadaan dasar perairan, membentuk daerah yang akan di lalui bola pimpong dengan menggunakan tali plastik, mengukur kedalaman rata-rata yang di lalui bola pimpong.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Di bawah ini didapatkan hasil perhitungan pengukuran debit air dengan memakai metode antara lain:
4.1.1 Emboys Float Method
Rumus yang digunakan:
R = WDAL/T
Dik : Lebar I : 1,04 m
Lebar II : 1,03 m
Lebar III : 1,05 m
Rata-rata lebar (W) : 1,04 + 1,03 + 1,05
3
: 1,04 m
Kedalaman I : 0,56 m = 56 cm
Kedalaman II : 0,61 m = 61 cm
Kedalaman III : 0,46 m = 46 cm
Rata-rata kedalaman (D) : 0.56 + 0.61 + 0.46
3
: = 0.51 m
Debit air (R) untuk t : 62 detik
Jarak yang ditempuh pelampung : 3000 cm = 3 m
R = WDAL/T
= 1,04 x 0,51 x 0.8 x 3
62
= 0,02 m3/detik
4.1.2 Metode Weir
Metode weir yang digunakan adalah 90 North weir. Dengan menggunakan rumus :
Terlebih dahulu mencari sisi segitiga pada 90 north Weir dengan cara : pada sisi miring segitiganya ukuran 3 cm dan sisi mendatarnya ukuran 0,5 cm.
90 North Weir : Q = 2,5 H 5/2
= 2,5 x 5,9 5/2
= 2,5 x 84,55
= 211,38
4.2. Pembahasan
Menurut Sachlan (1980) perairan umum merupakan sumberdaya yang mempunyai potensi besar baik bagi perikanan maupun untuk kehidupan manusia. Air merupakan bagian yang esensial dari protoplasma dan dapat dikatakan bahwa semua jenis makhluk hidup bersifat aquatic.
Menurut Swingle (1968) waduk adalah suatu perairan tergenang dan mempunyai tingkat kesuburan perairan yang dipengaruhi oleh partikel-partikel baik dari luar maupun dari dalam. Waduk Faperika merupakan daerah genangan air yang terbentuk karena pembendungan air sungai tadah hujan bukan alami. Waduk sebagai salah satu perairan umum yang juga merupakan wilayah perikanan yang perlu dikelola dengan baik agar keberadaaannya dapat dimanfaatkan sebagaimana fungsinya.
Pengukuran debit air sungai sangat diperlukan untuk mengetahui besarnya volume air yang mengalir dari sungai ke laut. Dalam Pngukuran debit air sungai perlu di ketahui luas penampang stasiun, yakni dengan mengukur kedalaman, masing-masing titik pengukuran (Ongkosongo, 1980)
Kecepatan dan arus pada sungai tidak selalu mengikuti pola tertentu, mengapa? Hal ini disebabkan kondisi perairan muara yang sangat kompleks dan merupakan kombinasi dari beberapa faktor. Mc. Dowel dan O’ Connor (1977) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pola arus di perairan muara diantaranya adalah pasang surut dan arus limpasan air sungai.
Arus merupakan suatu gerakan air yang mengakibatkan perpindahan horizontal massa air. Untuk massa air permukaan gerakan dipengruhi moleh angin. Fenomena pergerakan ini terjadi seriap hari dari waktu ke wakti dan dari satu tempat ke tempat lainnya.Arus berperan penting dalam abrasi dan penyebaran polutan atau arus lainnya. (Hutabarat dan Evans, 1985).
Waduk Faperika nerupakan satu-satunya waduk yang ada di kampus Faperika UNRI. Waduk ini terbentuk akibat pembendungan air sungai yang melintasi daerah Faperika. Pada pengukuran debit air yang di lakukan dialiran waduk Faperika di ketahui bahwa dengan menggunakan metode Emboys Float Method didapatkan hasil 0,0010 m3/detik. Sedangkan besar debit air bila menggunakan metode weir didapat hasil sebesar 0,4531 m3/s.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Dari praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Waduk Faperika merupakan daerah genangan air yang terbentuk karena pembendungan air sungai tadah hujan bukan alami. Waduk sebagai salah satu perairan umum yang juga merupakan wilayah perikanan yang perlu dikelolah dengan baik agar keberadaaannya dapat dimanfaatkan sebagaimana fungsinya. Bahwa kini besar debit air yang mengalir pada saluran pengeluaran waduk menurut Metode Weir 211,38 m3/s untuk Emboys Float Method 0,02 m3/detik dengan Cara Kecepatan- Luas didapat hasil sebesar.
5.2. Saran
Dari praktikum yang telah dilaksanakan hendaknya data yang di ambil dalam pengukuran haruslah secara sempurna. Selain itu sebelum melakukan praktikum para praktikan hendaknya sudah menguasai bahan-bahan materi yang akan dipraktikumkan sehingga memudahkan untuk pemahamannya.
DAFTAR PUSTAKA
Adriman. 2002. Kualitas Dan Distribusi Spasi Karakteristik Fisika Kimia Perairan Sungai Sulir Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Bengkalis. Berkala Perikanan Terubuk ISSN 0126-4265 Vol. 29, No. 2.
Asdak, C. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjamada University : Jogjakarta. 618 hal.
Clark,J.,R,. 1994. Phytoplankton. Edwar Amild Ltd. London. 115 pp.
Fauzi. 1996. Kumpulan Istilah Perikanan. Lembaga Yayasan Informasi dan Kajian. Pekanbaru. 203 hal. (tidak diterbitkan)
Hehanusa, P.E., dan Haryani, G.,s. 2001. Kamus Limnologi (Perairan Darat). Panitia Nasional Program Hidrologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.230 hal.
Mahida, U.N. 1984. Pencemaran Air Dan Pemanfaatan Limbah Industri. Rajawali : Jakarta. 543 hal.
Odum. 1971. Fundamentalis Of Ecologi. 3rd Ed. W. B. Sounders Comp. Philadelphia. 574 pp
Sachlan,M. 1980. Planktonologi. Diktat Perkuliahan Planktonologi. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan UNRI : Pekanbaru. 63 hal.
Sihotang, C,.1988. Limnologi II. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan UNRI : Pekanbaru. 64 hal.
Sihotang,C. dan Efawani. 2006. Penuntun Praktikum Limnologi. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan UNRI : Pekanbaru. 26 hal.
Swingle, A.,S. 1968. Standarization Of Chemical And Analysis For Water And Pond Fish Culture. Fisher Report 44 (4) 397-421 pp.
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis telah dapat menyelesaikan hasil laporan praktikum mengenai “Penentuan Debit Air” ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Tidak lupa penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada para asisten Biologi Perikanan karena telah memberikan arahan dan bimbingan sehingga laporan ini dapat disusun.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan, bahasa serta materi yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu penulis menerima kritikan yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan praktikum di masa yang akan datang. Semoga laporan praktikum ini bermanfaat bagi kita semua.
Pekanbaru, 03 Oktober 2011
Muhammad Zaki
DAFTAR ISI
Isi Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR LAMPIRAN iii
I. PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Tujuan dan Manfaat 2
II. TINJAUAN PUSTAKA 3
III. METODE PRAKTIKUM 5
3.1. Waktu dan Tempat 5
3.2. Bahan dan Alat 5
3.3. Metode Praktikum 5
3.4. Prosedur Praktikum 5
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 6
4.1. Hasil 6
4.2. Pembahasan 7
V. KESIMPULAN DAN SARAN 9
5.1. Kesimpulan 9
5.2. Saran 9
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
LAMPIRAN
Nama Asisten: Amat
Hari/kelompok: Jumat/II/sesi II
LAPORAN PRAKTIKUM LIMNOLOGI
PENGUKURAN DEBIT AIR
OLEH
Muhammad Zaki
1004114509
Manajemen Sumberdaya Perairan
LABORATORIUM LIMNOLOGI
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2011




20.58
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar