Blogger news

MSP

Manajemen Sumberdaya Perairan

Kamis, 06 Juni 2013

Ikan Betutu

Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata)

Klasifikasi:
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Eleotridae
Genus : Oxyeleotris
Spesies : Oxyeleotris marmorata

Deskripsi ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata).
Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) adalah nama ikan air tawar. Dalam bahasa Inggris disebut marble goby atau marble sleeper, merujuk pada pola-pola warna di tubuhnya yang serupa batu pualam kemerahan. Di berbagai daerah di Indonesia ikan ini memiliki nama bakut, bakutut, belosoh, beloso, boso, boboso, bodobodo, ikan bodoh, gabus bodoh, ketutuk, ikan malas, ikan hantu dan lain-lain. Meskipun jarang yang berukuran besar, ikan yang banyak terdapat di negara-negara Asia Tenggara ini (termasuk Indonesia) diburu oleh banyak pemancing karena tarikannya yang kuat dan tiba-tiba dan karena khasiat yang ditawarkan oleh ikan ini.
Ikan betutu memang mendapatkan julukan gabus malas atau ikan malas karena ikan ini memang malas berpindah tempat. Sekalipun diusik, dia cenderung diam saja di dasar air. Hanya di malam hari ikan betutu aktif mencari makan (nocturnal) berupa udang-udang kecil, kepiting, dan siput air. Ikan ini banyak kita jumpai di sungai-sungai, rawa, waduk, ataupun saluran-saluran air.
Ikan dengan ciri berkepala besar ini memiliki panjang tubuh maksimum sekitar 65 cm, namun kebanyakan antara 20–40 cm atau kurang. Berwarna merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris di tubuhnya. Tanpa bercak bulat (ocellus) di pangkal ekornya. Ciri-ciri lainnya adalah sirip dorsal (punggung) yang sebelah muka dengan enam jari-jari yang keras (duri); dan yang sebelah belakang dengan satu duri dan sembilan jari-jari yang lunak. Sirip anal dengan satu duri dan 7–8 jari-jari lunak. Sisik-sisik di tengah punggung, dari belakang kepala hingga pangkal sirip dorsal (predorsal scales) 60–65 buah. Sisik-sisik di sisi tubuh, di sepanjang gurat sisi (lateral row scales) 80–90 buah.
Ikan betutu cenderung pendiam sehingga tidak membutuhkan kolam yg besar, karena justru menghambat pertumbuhan lantaran kesulitan menangkap mangsa. Proporsi jumlah ikan dalam tiap meter kolam adalah 10 – 15 ekor dewasa. Sedangkan kolam berukuran 1 m2 cukup untuk menampung bibit ukuran ( 1 -3 cm ) sebanyak 1000 – 2000 ekor . Kedalaman air yang ideal 25 – 30 cm .
Penyakit dan Obatnya
Penyakit yang sering menyerang ikan betutu adalah penyakit kulit berlendir dan luka . Cara pengobatannya dengan merendam ikan ke dalam larutan air garam selama 1 – 2 menit . Atau kalium permanganat PK dengan konsentrasi 3 -4 tetes setiap 5 liter air . Perendaman PK dilakukan selama 30 detik . Penyakit ini timbul karena kualitas air dan kelebihan pakan yang membusuk .
Mempercepat Perkembangan Betutu
Marble goby atau lebih dikenali ikan betutu, haruan merupakan spesies ikan air tawar namun dapat juga hidup di kawasan air payau. Kebiasaan gemar tinggal di kawasan air berarus tenang dan banyak tempat untuk bersembunyi, seperti batu-batuan dan tumbuhan air. Bersifat omnivora, memakan daging dengan memakan anak² ikan kecil, udang, siput dan ketam kecil bahkan buah-buah tertentu seperti buah sawit.
Bersifat pendiam dengan aktif pada waktu malam hari (nocturnal). Betutu dapat mencapai pembesaran sehingga 50 cm atau 2kg dalam masa 2 tahun.
Betutu dapat dibiakkan dengan bermacam-macam tipe kolam,
• Kolam tanah
• Aquarium fiber glass
• Aquarium kaca
• Kolam semen
Kolam tanah lebih dianjurkan karena menyerupai habitat aslinya. Sedangkan aquarium walaupun cocok untuk yang tidak memiliki lahan luas, namun kurang disarankan. Karena sifat agresif betutu saat menyergap mangsanya, dapat menyebabkan cedera pada mulutnya akibat dari bentuk aquarium yang persegi dan mempunyai sudut. Jika sampai mulutnya cedera, maka bisa menghambat pertumbuhan akibat susah untuk makan.

Harga Selangit
Ikan betutu tiba-tiba saja menjadi ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena dipercaya mampu meningkatkan vitalitas pria. Bayangkan saja, ikan dengan rasa daging yang biasa-biasa saja ini harganya bisa mencapai Rp.120.000 hingga Rp.190.000 perkilogramnya, untuk ukuran 300 – 400 g/ekor. Tak heran, saat ini banyak sekali orang yang berusaha membudidayakannya. Namun penyumbang utama ketersediaan ikan betutu di pasaran adalah dari hasil penangkapan di alam. Selain dipercaya manjur untuk meningkatkan kejantanan laki-laki, ikan betutu juga bisa diolah sebagai obat untuk para pasien selepas operasi. Negara-negara seperti Singapura dan Jepang termasuk yang getol mengimpor ikan ini dari Indonesia.
Mahalnya harga ikan betutu diduga ada beberapa versi, mungkin karena cita rasanya lezat, dagingnya putih, empuk, dan nyaris tidak bertulang. Ikan betutu juga dipercaya mengandung khasiat tertentu bagi kaum wanita dan bagi kaum pria. Bagi kaum’wanita, ikan betutu dipercaya dapat membuat awet muda dan dapat menambah kehalusan kulit karena banyak mengandung vitamin B1, B2, B6 vitamin F, dan vitamin E sehingga dapat menghambat proses penuaan. Bagi kaum pria, ikan betutu dipercaya banyak mengandung enzim dan hormon tertentu sehingga dapat menambah keperkasaan sebagai laki-laki. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa ikan betutu hanya sebagai arena adu gengsi untuk meloby relasi.

Teknologi Pembenihan
Induk ikan Betutu yang akan dipijah berukuran 800 – 1.500 gram per ekor.
Pasalnya ada korelasi positif antara bobot induk dengan jumlah telur yang dihasilkan induk dengan kisaran bobot tersebut diatas dapat menghasilkan telur sebanyak 5.000–30.000 butir. Jumlah telur sangat bervariasi tergantung kondisi induk dan tingkat kematangan gonad. Induk-induk ikan betutu yang akan dipijah harus diperhatikan secara praktis tingkat kematangan gonad induk ikan betina dapat diketahui dari ukuran celah genitalnya. Induk ikan jantan juga kelihatan warna merah disekitar lubang pelepas. Ada kalanya jika bagian bawah perut diurut akan keluar cairan berwarna putih.
Salah satu pakan alami yang disenangi benih betutu adalah cacing tubifex. Cacing tubifex merupakan jenis pakan alami yang baik bagi pertumbuhan benih ikan. Cacing ini mempunyai kandungan protein yang tinggi yaitu, sekitar 58,20%. Cacing tubifex berukuran panjang 1–2 cm, sehingga dapat diberikan kepada benih betutu yang berukuran 3–5 cm, karena sesuai dengan bukaan mulut benih betutu yang berukuran 2 mm.
Secara teknis ikan betutu memang masih sulit untuk dibudidayakan. Namun melalui serangkaian uji coba yang dilakukan oleh para ahli, ikan betutu sudah dapat dipijahkan baik secara alami maupun dengan menggunakan rangsangan hormone. Kendala utama dalam budidaya ikan betutu ialah lamanya pertumbuhan ikan tersebut. Untuk mencapai ukuran siap dibesarkan ( 50 – 100 g per ekor) membutuhkan waktu sekitar 8 – 13 bulan, sedangkan untuk mencapai ukuran konsumsi (1 – 2 ekor per kg ) membutuhkan waktu sekitar 2,5 tahun. Salah satu faktor yang menentukan dalam keberhasilan budidaya perikanan adalah kualitas benih dan pakan yang baik. Pakan tersebut harus memenuhi syarat kualitas dan kuantitas yang baik. Karena dengan pemberian pakan yang berkualitas baik maka akan didapatkan pertumbuhan yang baik pula. Kualitas dari pakan yang baik adalah kandungan gizi yang tinggi, seperti protein yang dibutuhkan oleh benih ikan.
Pemijahan induk ikan Betutu dapat dilakukan secara alami atau dengan
stimulasi hormon. Pemijahan betutu tidak mengenal musim dan dapat berlangsung sepanjang tahun tiga sampai empat kali setahun. Kemauan memijah biasanya akan meningkat pada musim hujan, sebaliknya kurang pada musim kemarau.

a. Pemijahan alami

Tempat pemijahan betutu dilakukan di kolam tanah dan bak fiber glass. Penebaran induk antara jantan dan betina 1 : 1. Padat penebarannya dilakukan untuk 100 ekor induk pada luasan kolam 20 x 30 m, kedalaman 1 – 2 m, dasar dan pinggir kolam bersiring tembok, memiliki pergantian air secara terus menerus, tempat pemijahan harus dilengkapi saluran pemasukan air (inlet) dan saluran pembuangan (outlet). Telur dikeluarkan dari tubuh betina yang sudah matang gonad dengan menyemprotkannya ke substrat. Substrat untuk penempelan telur tersebut terbuat dari potongan pipa paralon berukuran 4 – 6 inchi yang dibelah dan kemudian diikat kembali guna memudahkan pada saat mengecek keberadaan telur. Jumlah sarang yang ditempatkan dalam kolam bekisar 20 – 30 buah untuk sejumlah pasang induk tersebut. setiap induk bertelur pada substrat membentuk lingkaran yang diselimuti lendir. Telur tersebut dipindahkan ke aquarium bervolume 40 – 60 liter. Kedalam aquarium dapat diisi 2 – 3 sarang dan diberi aerasi untuk suplay udara sampai telur menetas.


b. Kawin suntik

Tujuan kawin suntik yaitu untuk mendapatkan produksi telur dalam julah lebih banyak, yang memungkinkan benih ikan diproduksikan secara masal dan terjadwal. Hal ini dilakukan jika fasilitas hatchery untuk pemeliharaan larva cukup memadai, sehingga pengaruh kegagalan bisa dikurangi. Hormon yang digunakan untuk menstimulasi pemijahan Betutu adalah ovaprim. Hormon disuntikan ketubuh ikan secara intra muscular pada bagian dorsal dekat sirip punggung. Penyuntikan dilakukan 2 kali dosis yang dianjurkan 0,5 ml/ kg bobot badan. Selang waktu penyuntikan pertama dan kedua berkisar 10 – 12 jam. Waktu ovulasi induk-induk antara 36 – 60 jam.














DAFTAR PUSTAKA

Suryani, S.A.M.P., Sukoso, dan K. Sugama. Oxyeleotris marmorata, Marble goby pada laman FishBase.org, diakses 25/04/2008
Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, dan S. Wirjoatmodjo. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus dan Proyek EMDI KMNKLH. Jakarta. p.186
Soewardi, K. 2006. Studi Beberapa Aspek Biologi Reproduksi Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata Bleeker) di Sungai Cisadane dan Waduk Saguling, Jawa Barat. Jurnal Natur Indonesia 8 (2): 105 – 113.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India