Blogger news

MSP

Manajemen Sumberdaya Perairan

Kamis, 06 Juni 2013

Artemia sp.

I.PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Artemia atau “brine shrimp” merupakan salah satu jenis pakan alami yang sangatdiperlukan dalam kegiatan pembenihan udang dan ikan. Beberapa sifat artemia yangmenunjang antara lain Mudah dalam penanganan, karena tahan dalambentuk kista untuk waktu yang lama. Mudah beradaptasi dalam kisaran salinitas lingkungan yang lebar. Makan dengan cara menyaring, sehingga mempermudah dalam penyedian pakannya. Dapat tumbuh dengan baik pada tingkat padatpenebaran tinggi . Mempunyai nilai nutrisi tinggi, yaitu kandungan protein 40 – 60% Klasifikasi dari Artemia: Kingdom: Animalia. Phylum: Arthropoda Subphylum: Crustacea Class: Branchiopoda Family: Artemiidae Grochowski, 1895 Genus: Artemia Leach, 1819 ( Anonymous, 2008 )
Zooplankton seperti halnya organisme lain hanya dapat hidup dan berkembang dengan baik pada kondisi perairan yang sesuai seperti perairan laut, sungai dan waduk. Zooplankton merupakan plankton berupa hewan, pada mulanya organism tersebut diklasifikasikan kedalam kelompok zooplankton tetapi dengan seiring perkembagan penelitian maka terungkap sifat mikrotrofi maka ada tigkatan yang mampu memproduksi makanan sendiri (fotosintesis). Peranan zooplankton menempati posisi penting dalam mantai makanan dan jaring – jaring kehidupan di perairan (Fachrul, 2007).
Fitoplankton memegang peranan yang sangat penting dalam suatu perairan, fungsi ekologinya sebagai produsen primer dan awal mata rantai dalam jaringmakanan menyebabkan fitoplankton sering dijadikanskala ukuran kesuburan suatu perairan. Tingkat berikutnya adalah pemindahan energi dari produsen ketingkat tropik yang lebih tinggi melalui rantai makanan. Zooplankton merupakan konsumen pertama yangmemanfaatkan produksi primer yang dihasilkanfitoplankton. Peranan zooplankton sebagai mata rantaiantara produsen primer dengan karnivora besar dankecil dapat mempengaruhi kompleksitas rantai makanan dalam ekosistem perairan. Zooplankton merupakan plankton hewani yang terhanyut secara pasifkarena terbatasnya kempuan bergerak. SebutsajaArtemiasalina. Udang air garam (Artemia) adalah filum Arthropoda, kelas Crustacea. Artemia adalah zooplankton, seperti copepoda dan Daphnia yang digunakan sebagai makanan hidup untuk ikan tawar dan laut. Ada lebihdari 50 strain geografis Artemia.
1.2.Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penulisan makalah ini agar pembaca dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan plankton khususnya zooplankton serta peranannya dalam kegiatan budidaya dan mampu menerapkannya. Sedangkan manfaat dari penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan khususnya zooplankton di suatu perairan.


II. PEMBAHASAN
Nama Artemia sp. diberikan untuk pertama kali oleh Schlosser yang menemukannya di suatu danau asin pada tahun 1755. Kemudian oleh Linnaeus (1758) melengkapkan nama remik ini menjadi Artemia salirw. karena daya toleransinya terhadap salinitas yang amat tinggi. Selain spesies Artemia, salimi, ada beberapa spesies yang diberikan nama bagi strain zigogenerik, yaitu bila di dalam populasi bercampur antara spesies berina dan jantan. Nama-nama tersebut di antaranya Artemia tunisiana. Anemia franciscana, Anemia fersimilis, Artemia urmiana, dan Anemia monica. Namun demikian, nama Anemia salina atau disingkat artemia saja tetap umum digunakan.
Siklus hidup Artemia bisa dimulai dari saat menetasnya kista atau telur. Setelah 15-20 jam pada suhu 25 derajat celcius kista akan menetas menjadi embrio. Dalam waktu beberapa jam embrio ini masih akan tetap menempel pada kulit kista. Pada fase ini embrio akan tetapmenyelesaikan perkembanganya kemudian berubah menjadi naupli yang akan bisa berenangbebas. Pada awalnya naupli aka berwarna orange kecoklatan akibat masih mengandungkuning telur. Artemia yang baru menetas tidak akan makan, karena mulut dan anusnyabelum terbentuk dengan sempurna. Setelah 12 jam mereka akan ganti kulit dan memasukitahap larva kedua. Dalam fase ini mereka akan mulai makan, dengan pakan berupa mikroalga, bakteri, dan detritus organic lainya.
Pada dasarnya mereka tidak akan peduli (tidakmemilih) jenis pakan yang dikonsumsinya selama bahan tersebut tersedia dalam air denganukuran yang sesuai. Naupli akan berganti kulit sebanyak 15 kali sebelum menjadi dewasadalam kurun waktu. 8 hari. Artemia dewasa rata-rata berukuran sekitar 8 cm, meskipun demikian pada kondisi yang tepat mereka dapat mencapai ukuran sampai dengan 20 mm.pada kondisi demikian biomasnya akan mencapai 500 kali dibandingkan biomas pada fasenaupli.. sedangkan temperature optimal untuk penetasan kista dan pertumbuhan adalah 25-30 0C. Meskipun demikian hal ini akan ditentukan oleh strain masing-masing. Artemia menghendaki kadarsalinitas antara 30-35 ppt, dan mereka dapat hidup dalam air tawar selama 5 jam sebelumakhirnya mati. Variable lain yang penting adalah pH, cahaya, dan oksigen. pH dengan selang 8-9 merupakan selang yang paling baik, sedangkan pH di bawah 5 atau lebih tinggi dari 10 dapat membunuh Artemia. Cahaya minimal diperlukan dalam proses penetasan dan akansangat menguntungkan bagi perumbuhan mereka. Lampu standar grow-lite sudah cukup untuk keperluan hidup Artemia. Kadar oksigen harus dijaga dengan baik untuk pertumbuhan artemia. Artemia dengan supply oksigen yang baik, Artemia akan berwarna kuning ataumerah jambu. Warna ini bisa berubah menjadi kehijauan apabila mereka banyakmengkonsumsi mikro algae.pada kondisi yang ideal seperti ini, Artemia akan tumbuh dahberanak-pinak dengan cepat. Sehingga supply Artemia untuk ikan yang kita pelihara bisaterus berlanjut secara kontinyu. Apabila kadar oksigen dalam air rendah dan air banyakmengandung bahan organic, atau apabila salinitas meningkat, artemia akan memakanbacteria, detritus, dan sel-sel kamir (yeast). Pada kondisi demikian mereka akan berwarnamerah atau orange. Apabila keadaan ini terus berlanjut mereka akan mulai memproduksikista. ( Anonymous, 2008).
2.1 Pakan Alami : Artemia
Artemia merupakan pakan alami yang sangat penting dalampembenihan ikan laut, krustacea, ikan konsumsi air tawar dan ikan hiasair tawar karena ukurannya yang sangat kecil. Disamping ukurannya yang kecil, nilai gizi Artemia juga sangat tinggi dan sesuai dengan kebutuhan gizi untuk larva ikan dan krustacea yang tumbuh dengan sangat cepat. Sampai saat ini Artemia sebagai pakan alami belum dapat digantikanoleh pakan lainnya. Artemia biasanya diperjual belikan dalam bentukkista/cyste, sehingga sebagai pakan alami Artemia merupakan pakanyang paling mudah dan praktis, karena hanya tinggal menetaskan kistasaja. Akan tetapi, menetaskan kista Artemia bukan suatu hal yangdengan begitu saja dapat dilakukan oleh setiap orang. Sebabmembutuhkan suatu keterampilan dan pengetahuan tentang penetasanitu sendiri. Kegagalan dalam menetaskan kista Artemia barakibat fatalterhadap larva ikan yang sedang dipelihara.
2.2 Klasifikasi
Menurut Bougis (1979) dalam Kurniastuty dan Isnansetyo (1995) adalah sebagai berikut:
Phylum:Anthropoda
Kelas:Crustacea
Subkelas:Branchiopoda
Ordo:Anostraca
Familia:Artemidae
Genus:Artemia
Spesies : Artemia salina
2.3 Morfologi
Pada tiap tahapan perubahan instar nauplius mengalami moulting. Artemia dewasamemiliki panjang 8-10 mm ditandai dengan terlihat jelas tangkai mata pada kedua sisibagian kepala, antena berfungsi untuk sensori. Pada jenis jantan antena berubah menjadialat penjepit (muscular grasper), sepasang penis terdapat pada bagian belakang tubuh.Pada jenis betina antena mengalami penyusutan.
Kista Artemia sp. yang ditetaskan pada salinitas 15-35 ppt akan menetas dalam waktu 24-36 jam. Larva artemia yang baru menetas dikenal dengan nauplius. Nauplius dalampertumbuhannya mengalami 15 kali perubahan bentuk, masing-masing perubahanmerupakan satu tingkatan yang disebut instar (Pitoyo, 2004).
Artemia salina dewasa (San Francisco ras) tumbuh selama 5-6 minggu pada 80-literakuarium digunakanuntukmengisolasi hemoglobin ekstraseluler.
2.4 Ekologi
Artemia sp. secara umum tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 25-30 derajat celcius.Kista artemia kering tahan terhadap suhu -273 hingga 100 derajat celcius. Artemia dapatditemui di danau dengan kadar garam tinggi, disebut dengan brain shrimp. Kulturbiomasa artemia yang baik pada kadar garam 30-50 ppt. Untuk artemia yang mampumenghasilkan kista membutuhkan kadar garam diatas 100 ppt (Kurniastuty danIsnansetyo, 1995).
2.5 Reproduksi
Chumaidi et al., (1990) menyatakan bahwa perkembangbiakan artemia ada dua cara,yakni partenhogenesis dan biseksual. Pada artemia yang termasuk jenis parthenogenesispopulasinya terdiri dari betina semua yang dapat membentuk telur dan embrioberkembang dari telur yang tidak dibuahi. Sedangkan pada artemia jenis biseksual,populasinya terdiri dari jantan dan betina yang berkembang melalui perkawinan danembrio berkembang dari telur yang dibuahi.
2.6 Penetasan cystae Artemia
Sutaman (1993) mengatakan bahwa penetasan cystae artemia dapat dilakukan dengan 2cara, yaitu penetasan langsung dan penetasan dengan cara dekapsulasi. Cara dekapsulasidilakukan dengan mengupas bagian luar kista menggunakan larutan hipoklorit tanpamempengaruhi kelangsungan hidup embrio.Cara dekapsulasi merupakan cara yang tidak umum digunakan pada panti-panti benih,namun untuk meningkatkan daya tetas dan meneghilangkan penyakit yang dibawa olehcytae artemia cara dekapsulasi lebih baik digunakan (Pramudjo dan Sofiati, 2004).
Subaidah dan Mulyadi (2004) memberikan penjelasan langkah-langkah penetasan dengancara dekapsulasi, sebagai berikut: 1. Cystae artemia dihidrasi dengan menggunakan airtawar selama 1-2 jam; 2. Cystae disaring menggunakan plankton net 120 mikronm dandicuci bersih; 3. Cystae dicampur dengan larutan kaporit/klorin dengan dosis 1,5 ml per 1gram cystae, kemudian diaduk hingga warna menjadi merah bata; 4. Cystae segeradisaring menggunakan plankton net 120 mikronm dan dibilas menggunakan air tawarsampai bau klorin hilang, barulah siap untuk ditetaskan; 5. Cystae akan menetas setelah18-24 jam. Pemanenan dilakukan dengan cara mematikan aerasi untuk memisahkan cytaeyang tidah menetas dengan naupli artemia.
Pramudjo dan Sofiati (2004) cystae hasil dekapsulasi dapat segera digunakan (ditetaskan)atau disimpan dalam suhu 0 derajat celcius – (- 4 derajat celcius) dan digunakan sesuaikebutuhan.Dalam kaitannya dengan proses penetasan Chumaidi et al (1990) mengatakan kistasetelah dimasukan ke dalam air laut (5-70 ppt) akan mengalami hidrasi berbentuk bulatdan di dalamnya terjadi metabolisme embrio yang aktif, sekitar 24 jam kemudiancangkang kista pecah dan muncul embrio yang masih dibungkus dengan selaput. Padasaat ini panen segera akan dilakukan.
2.7 Pengayaan Artemia
Pengayaan (enrichment) artemia dengan menggunakan beberapa jenis pengkaya misalnyascout emultion, selco atau vitamin C dan B kompleks powder dilakukan selama 2 jam(Suriawan,2004).Selanjutnya diperjelas oleh Subyakto dan Cahyaningsih (2003) bahwa pengayaan pakanalami menggunakan minyak ikan, minyak cumi-cumi, vitamin ataupun produk komersiallainnya membutuhkan waktu 2-4 jam untuk mendapatkan hasil yang baik. Artemia yangakan dilakukan pengayaan adalah yang baru menetas (nauplius) (Mukti, 2004). BBAP Situbondo (2004) mencatat bahwa pemberian tambahan vitamin C dengan carapengayaan dengan dosis 0,1 – 0,5 ppm pada media pengayaan artemia dapatmeningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva kerapu. Syaprizal (2006) jugamemperoleh hasil dengan pengayaan vitamin C sebanyak 2 mg/l ke artemia dapatmeningkatkan kelulusan hidup benur udang windu dan diperoleh kemungkinan adanyakelulusan hidup lebih tinggi dengan penambahan dosis vitamin C.
2.8 Artemia Salina (BRINE SHRIMP)
Artemia merupakan kelompok udang-udangan dari phylum Arthopoda. Merekaberkerabat dekat dengan zooplankton lain seperti copepode dan daphnia (kutu air).Artemia hidup di danau-danau garam (berair asin) yang ada di seluruh dunia. Udang initoleran terhadap selang salinitas yang sangat luas, mulai dari nyaris tawar hingga jenuhgaram. Secara alamiah salinitas danau dimana mereka hidup sangat bervariasi, tergantungpada jumlah hujan dan penguapan yang terjadi. Apabila kadar garam kurang dari 6 %telur artemia akan tenggelam sehingga telur tidak bisa menetas, hal ini biasanya terjadiapabila air tawar banyak masuk kedalam danau dimusim penghujan. Sedangkan apabilakadar garam lebih dari 25% telur akan tetap berada dalam kondisi tersuspensi, sehinggadapat menetas dengan normal.
Gambar 1. Artemia salina
Kista tertua artemia pernah ditemukan oleh suatu perusahan pemboran yang bekerjadisekitar Danau “Salt Great”. Kista tersebut diduga berusia sekitar lebih dari 10000 tahun(berdasarkan metoda “carbon dating”). Setelah diuji, ternyata kista-kista tersebut masihbisa menetas walaupun usianya telah lebih dari 10000 tahun. Siklus Hidup Siklus hidup artemia bisa dimulai dari saat menetasnya kista atau telur. Setelah 15 – 20jam pada suhu 25°C kista akan menetas manjadi embrio. Dalam waktu beberapa jamembrio ini masih akan tetap menempel pada kulit kista. Pada fase ini embrio akanmenyelesaikan perkembangannya kemudian berubah menjadi naupli yang sudah akanbisa berenang bebas. Pada awalnya naupli akan berwarna orange kecoklatan akibat masihmengandung kuning telur. Artemia yang baru menetas tidak akan makan, karena mulutdan anusnya belum terbentuk dengan sempurna. Setelah 12 jam menetas mereka akanganti kulit dan memasuki tahap larva kedua. Dalam fase ini mereka akan mulai makan,dengan pakan berupa mikro alga, bakteri, dan detritus organik lainnya. Pada dasarnyamereka tidak akan peduli (tidak pemilih) jenis pakan yang dikonsumsinya selama bahantersebut tersedia diair dengan ukuran yang sesuai. Naupli akan berganti kulit sebanyak 15kali sebelum menjadi dewasa dalam waktu 8 hari. Artemia dewasa rata-rata berukuransekitar 8 mm, meskipun demikian pada kondisi yang tepat mereka dapat mencapaiukuran sampai dengan 20 mm. Pada kondisi demikian biomasnya akan mencapi 500 kalidibandingakan biomas pada fase naupli.
Dalam tingkat salinitas rendah dan dengan pakan yang optimal, betina Artemia bisamengahasilkan naupli sebanyak 75 ekor perhari. Selama masa hidupnya (sekitar 50 hari)mereka bisa memproduksi naupli rata-rata sebanyak 10 -11 kali. Dalam kondisi superideal, Artemia dewasa bisa hidup selama 3 bulan dan memproduksi nauplii atau kistasebanyak 300 ekor(butir) per 4 hari. Kista akan terbentuk apabila lingkungannya berubahmenjadi sangat salin dan bahan pakana sangat kurang dengan fluktuasi oksigen sangattinggi antara siang dan malam hari.
Artemia dewasa toleran terhadap selang suhu -18 hingga 40 ° C. Sedangkan temperturoptimal untuk penetasan kista dan pertubuhan adalah 25 – 30 ° C. Meskipun demikian halini akan ditentukan oleh strain masing-masing. Artemia menghendaki kadar salinitasantara 30 – 35 ppt, dan mereka dapat hidup dalam air tawar salama 5 jam sebelumakhirnya mati.Variable lain yang penting adalah pH, cahaya dan oksigen. pH dengan selang 8-9merupakan selang yang paling baik, sedangkan pH di bawah 5 atau lebih tinggi dari 10dapat membunuh Artemia. Cahaya minimal diperlukan dalam proses penetasan dan akansangat menguntungkan bagi pertumbuhan mereka. Lampu standar grow-lite sudah cukupuntuk keperluan hidup Artemia. Kadar oksigen harus dijaga dengan baik untukpertumbuhan Artemia. Dengan suplai oksigen yang baik, Artemia akan berwarna kuningatau merah jambu. Warna ini bisa berubah menjadi kehijauan apabila mereka banyakmengkonsumsi mikro algae. Pada kondisi yang ideal seperti ini, Artemia akan tumbuhdan beranak-pinak dengan cepat. Sehingga suplai Artemia untuk ikan yang kita peliharabisa terus berlanjut secara kontinyu. Apabila kadar oksigen dalam air rendah, dan airbanyak mengandung bahan organik, atau apabila salintas meningkat, artemia akanmemakan bakteria, detritus, dan sel-sel kamir (yeast). Pada kondisi demikian merekaakan memproduksi hemoglobin sehingga tampak berwarna merah atau orange. Apabilakeadaan ini terus berlanjut mereka akan mulai memproduksi kista.


III. KESIMPULAN

3.1. Kesimpulan
• Artemia merupakan pakan alami yang sangat penting dalam pembenihan ikan laut, krustacea, ikan konsumsi air tawar dan ikan hias air tawar karena ukurannya yang sangat kecil.
• Kista Artemia sp. yang ditetaskan pada salinitas 15-35 ppt akan menetas dalam waktu 24-36 jam.
• Dekapsulisasi merupakan suatu proses untuk menghilangkan lapisan terluar dari kistaartemia yang “keras” (korion).
• Pada tiap tahapan perubahan instar nauplius mengalami moulting. Artemia dewasa memiliki panjang 8-10 mm ditandai dengan terlihat jelas tangkai mata pada kedua sisibagian kepala, antena berfungsi untuk sensori.
• Artemia sp. secara umum tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 25-30 derajat celcius.Kista artemia kering tahan terhadap suhu -273 hingga 100 derajat celcius.
• Artemia dewasa toleran terhadap selang suhu -18 hingga 40 ° C. Sedangkan temperturoptimal untuk penetasan kista dan pertubuhan adalah 25 – 30 ° C.


DAFTAR PUSTAKA

Ambas, Zaldi. 2010.Pakan Alami : Artemia Klasifikasi Morfologi. http://zaldibiaksambas.files.wordpress.com/2010/10/artemia-salina1.pdf. Diaksespadatanggal 12 desember 2011
D’HONDT,JAN., LUC MOENS, JAN HEIP, ANDR D’HONDT and MASATOSHI KONDO. 1997. Oxygen-Binding Characteristics of Three Extracellular Haemoglobins of Artemiasalina. University of Antwerp: Belgium Dwirastina, Mirna. 2011.
PENGAMATAN ZOOPLANKTON DI SUNGAI SIAK,INDRA PURA BAGIAN HILIR RIAU, PEKANBARU. Teknisi Litkayasa pada Balai Riset Perikanan Perairan Umum, Mariana-Palembang. Handayani, Sri dan Mufti P. Patria. 2005.
KOMUNITAS ZOOPLANKTONDI PERAlRAN WADUK KRENCENG, CILEGON, HANTEN. FakultasBiologi, UniversitasNasional, Jakarta Jusadi, Dedi. 2003.
BUDIDAYA PAKAN ALAMI. DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL : Jakarta.

Sumber lain:
www.google.com
http://www.cargillsalt.com/sfbay/EV_brine.html
http://www.encyclopedia.com/html/b1/brineshr.asp
http://www.fact-index.com/b/br/brine_shrimp.html




KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis telah dapat menyelesaikan hasil makalah mengenai “Artemia sp” ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Tidak lupa penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada para dosen Planktonologi karena telah memberikan arahan dan bimbingan sehingga makalah ini dapat disusun.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan, bahasa serta materi yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu penulis menerima kritikan yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah saya ini di masa yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.


Pekanbaru, September 2012

M.ZAKI


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India