Sebagai seorang anak petani, apakah berlebihan jika saya mengharapkan adanya kemajuan di bidang pertanian?
Walaupun saat ini saya masih bekerja, pertanyaan ini selalu muncul dalam benak saya karena bagaimanapun toh saya tidak akan terus bekerja pada orang selamanya, entah itu karena faktor usia atau faktor PHK.
Karenanya, suatu saat nanti apabila modal sudah mencukupi saya akan kembali ke desa dengan tujuan untuk memajukan kaum petani dan tentunya untuk melangsungkan kehidupan keluarga saya. Memang kelihatan narsis yah, tapi mari kita lihat, semakin hari sepertinya pertanian kurang mendapatkan perhatian di kalangan anak-anak muda. Sepertinya pertanian sudah bukan hal yang menarik untuk dipelajari dan dilakukan.
Hampir di seluruh pelosok pedesaan, selepas lulus sekolah mereka lebih tertarik untuk melakukan urbanisasi, pindah ke kota hanya untuk mencari kerja, sementara lahan di kampungnya ditelantarkan, dibiarkan hanya ditumbuhi ilalang dan tanaman liar lainnya.
Apakah memang harus begini adanya, terus sampai kapan?
Sungguh sangat memprihatinkan.....!!!
Sebetulnya akar permasalahanya adalah kurangnya perhatian dari pihak pemerintah, selama ini pemerintah lebih memajukan sektor industri, yang hanya bisa menyerap sebagian tenaga kerja.
Coba seandainya pemerintah kita membuat alat-alat pertanian seperti traktor dengan harga yang disubsidi dan terjangkau bagi para petani, seandainya pemerintah membuat pabrik pupuk dengan harga terjangkau, seandainya pemerintah memberikan pendidikan gratis bagi para remaja desa untuk bertani, seandainya pemerintah tidak melakukan import produk pertanian, seandainya pemerintah mau menampung hasil pertanian dikala panen melimpah, seandainya pemerintah mampu menghilangkan para tengkulak dan segudang andai-andai lainnya, saya rasa para kawula muda tidak malu bertani dan pertanian kita bisa bangkit dan mampu menopang ketahanan dan swasembada pangan.




03.46
Unknown

0 komentar:
Posting Komentar